PUSAT DATA EMITEN DI PASAR MODAL INDONESIA - DALAM RANGKA MENDUKUNG ERA KETERBUKAAN INFORMASI

Sentimen yang Bakal Pengaruhi Gerak IHSG Selasa Ini

Kamis,02 Mei 2017 | 09:25 WIB
Ilustrasi IHSG (Istimewa)

JAKARTA, NETRALONE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bersama mayoritas bursa Asia mengakhiri April lalu dengan koreksi. IHSG turun 0,38 persen ke level 5.685,30. Sentimen negatif datang dari memanasnya geopolitik di kawasan Semenanjung Korea.

Sejumlah publikasi perkembangan manufaktur di Asia-Purchasing Manager Index (PMI) masuk ke pasar diawal bulan ini, diantaranya Tiongkok dan Jepang. Informasi National Bureau of Statistics menunjukkan bahwa PMI Tiongkok dibulan April turun ke level 51,2 dari level bulan Maret, 51,8. Ekspansi aktivitas industri cenderung melambat seiring turunnya serapan tenaga kerja, pesanan baru, order ekspor dan output produksi.

Berbeda dengan Tiongkok, Nikkei Japan Final Manufacturing PMI naik dari level 52,4 kelevel 52,7 dibulan April. Aktivitas manufaktur menanjak seiring kenaikan order ekspor, pesanan baru, dan produksi industri. PMI Jepang mencatat ekspansi dalam 8 bulan terakhir.

Sementara itu, bursa AS ditutup bervariasi pada perdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (-0,13%) dan S&P 500 (+0,17%) masing-masing bergerak kelevel 20.913,46 dan 2.388,33.

Dari sisi ekonomi AS, data publikasi awal US Bureau of Economic Analysis (BEA) menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh sedikit melambat pada Q1 2017. Publikasi dini (advanced estimate) menunjukkan bahwa ekonomi AS Q1 2017 tumbuh 1,9 persen yoy, lebih lambat dari Q4 2016 (+2.0% yoy), dan lebih cepat dari Q1 2016 (+1,6% yoy). 

Kinerja lebih detail dari sisi pengeluaran dibandingkan Q1 2016 menunjukkan bahwa komponen konsumsi rumah tangga (+2,8% yoy), investasi (+2,0% yoy), ekspor (+3,1% yoy), impor (+3,8% yoy) tumbuh ekspansif, sementara belanja pemerintah turun sebesar 0,6 persen yoy.

ISM Manufacturing Index menukik ke level 54,8 dibulan April dari level 57,2 dibulan Maret. Ekspansi sektor manufaktur AS melambat akibat turunnya pesanan baru yang diterima pabrikan, dan serapan tenaga kerja sektor industri.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menguat. Harga minyak Brent (WTI) turun kelevel US$ 51,44 (US$ 48,73) perbarel, dan harga emas menguat kelevel US$ 1.257,60/troy ounce.

Dalam 5 hari ke depan, Danareksa Research Institute memprediksi IHSG bergerak melemah. Meski demikian, pada Selasa (2/5/2017), indeks komposit diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan untuk menguat. Kisaran support dan resistance di 5,658.2 hingga 5,738.

Sementara, saham yang layak dicermati adalah GGRM, AISA, INTP, BDMN, BNII, BNLI, BTPN, PANS, JSMR, HRUM, PTBA, TINS, INCO, LSIP, ASGR, MNCN, MPPA, AMRT, DILD, dan WIKA.


comment
seputarforex.com